Monday, February 8, 2016

[REVIEW] Identity and Sexuality Issue - Aristotle and Dante Discover The Secrets of The Univers

Book by Benjamin Alire Saenz

First thing first, I would like to say big thanks to Sarah Andjani for giving this book as my graduation gift, Sarjan if you’re reading this, THANK YOU!

Jauh sebelum temen aku kasih buku ini aku, I’ve heard a lot of things about this book. Terutama karena buku ini juga mendapat beberapa penghargaan (as seen on the cover). Cuman sebelumnya, aku kira buku ini agak berat dan aku lebih suka dengan buku yang ringan. Jadi aku nggak pernah kesampean untuk beli buku ini. Tapi ternyata buku ini sangat amatlah ringan dan mudah dipahami.

This book is beautifully written!!! So I won’t complain about how it got so many awards. However, I didn’t quite relate to this book. Sebelumnya, aku kasih tau aja bahwa buku ini tentang sexuality orientation (which I didn’t expect any of this until aku baca beberapa comments yang ditampilkan di buku ini mostly memang ngomongin tentang sexuality). Nah, despite I’m living in such modern ages where LGBT is pretty much everywhere, buku ini nggak memberikan aku blown away effect saat baca ini.

I did really enjoy this book because of Ari and Dante’s journey and its family issues, but I didn’t love this book as much as I wanted to. I put high expectation on this based on the awards, and the hype, and how people talked over this. Jadi pas selesai baca, yeah it’s good but it’s not THAT good. Secara keseluruhan, buku ini sangat ringan tapi pemilihan katanya bagus. I woud recommend this book because it’s still a beautiful and powerful book, but personally, I just don’t really love this book as much I thought I would do.

Rate: 3,7/5

XX

Thursday, January 28, 2016

Sharing My Personal Things - What's in My Bag?





Kali ini di blog aku, aku akan share sedikit post yang berbeda dari sebelumnya. Pada dasarnya motivasi aku sih cuman karena iseng, tapi siapa tau bisa jadi inspirasi juga.
Tas yang aku pake sehari-hari itu Long Champ Le Pliage Large Tote Bag in Black. Ini aku pake dari jaman kuliah mungkin udah hampir 2 tahun belum ganti-ganti. Aku sendiri kalau pake tas jarang tas kecil entah kenapa aku prefer tas yang lebih besar. Mungkin juga karena aku selalu bawa barang ini itu jadi kalau yang kecil dijamin nggak bakal muat semua. Nah, tas Long Champ ini bisa muat segalanya tapi sayangnya, compartment-nya nggak ada. Kalau yang pake Long Champ juga pasti tau kalau problem utamanya adalah nggak ada pocket lain selain mini pocket yang jarang aku gunain juga. Alhasil kalau nyari barang suka lama dan aku juga belum beli lagi tas kecil untuk organize di dalamnya.

Anyway, let’s move on ke apa aja yang ada di dalam tas aku. Let me list down on the full description below as well as my own personal thoughts over those stuff:

1. Modem & Mobile Phone, tentu lah ya sebagai makhluk yang hidup di zaman begini nggak mungkin kalau lepas dari mobile phone. I’m a loyal Android user, daridulu selalu pake Android mungkin juga karena sudah terbiasa. Terus aku selalu bawa Bolt kemana-mana, karena sekarang aku sudah nggak pakai kuota internet. Karena jatuhnya mahal, ini menurut aku ya. Tentunya juga lebih cepat sih jadi lebih enak.

2. Flashdisk, aku beli ini di Smiggle Singapore and anyway, itu bentuk flashdisk-nya kayak rubber band kalau ditutup lagi. Kurang gemas apa coba! Aku selalu bawa kalau tiba-tiba memang ada dokumen penting dan lain sebagainya.

3. Planner, I just can’t without planner! Aku gampang lupa kalau nggak langsung write things down soal agenda-agenda harian. Disini aku juga nyatet to-do-list setiap harinya, jadi bisa lebih produktif dan well organized. Sebelumnya kalau aku nggak ada planner biasanya aku selalu catet di Google Calendar sih and it helps me a lot. Aku beli planner ini di Typo (dibeliin sih sebetulnya hehe).

4. Pens, Aku adalah salah satu orang yang selalu bawa pulpen kemana-mana. Salah satunya tinta warna pink (yang aku gunain untuk nulis di planner aku), yang satu lagi tinta hitam untuk menulis sesuatu yang lebih formal.

5. Fiction book, aku ini bukan social media junkie sih kalau lagi di luar rumah. Biasanya kalau jalan atau nongkrong sendiri aku prefer untuk baca buku karena aku juga bukan orang yang rajin nentengin handphone kalau sambil jalan nggak tau kenapa. Aku sekarang lagi baca Aristotle and Dante Discover the Secrets of the Universe yang dikasih dari teman aku Sarjan (Sarah if you’re reading this, thank you so much!). Later on, kalau sudah selesai baca I would love to post a review!

6. ID card holder, ini awalnya isinya adalah student card aku tapi I lost it so yeah. Aku cuman isi dengan kartu elektronik Commuter Line berhubung aku selalu naik itu hehe. Aku beli ini karena aku selalu punya masalah kalau turun kereta dan harus nyari-nyari kartunya repot, jadi kalau aku jalan aku tinggal gantungin ini di leher deh!

7. Business card, ini selalu aku bawa karena recently I got a job in PR agency working in junior level. As a PR, business card jadi hal yang penting kalau ada PR event atau Press Conference.

8. Wallet, ini dompet Massimo Dutti (I don’t exactly know the exact name of the item) dari teman aku buat kado ke 22 tahun (guys if you’re reading this, thank you so much!). Ya isinya standar aja sih tapi I don’t really carry cash around karena cenderung boros. Paling banyak isinya cuman kartu member aja kayaknya hehe.

Nah, sekarang ke go-to makeup bag aku. Tanpa aku sadari aku memang cenderung lebih banyak bawa makeup yang bisa di touch up dengan mudah. I don’t bring any powder karena aku memang nggak pernah pakai bedak. Untuk lipstik sendiri, aku selalu pakai yang warnanya wearable gitu, jadi kebanyakan natural pink atau kalau lebih beda yah agak mauve pink but I’m gonna list down below:


1. Purbasari – EC 83, Pirus
2. MAC – Craving
3. Silky Girl Moisture Boost Lipcolor Balm – Rose
4. L.A Girl Matte – Bazaar
5. NYX Soft Matte Lip – Istanbul
6. Colour Pop Lippie Stix – Lumiere
7. Make Over Lip Balm – Orange Crush
8.  Milani Baked Blush – Luminoso
9.  Etude Silk Hair Mist
10. Bath and Body Works Hand Sanitizer in Vanilla Bean Noel
11. Perfume in Marc Jacobs Daisy (ini beli refill aja di Bandung lumayan banget kalau buat semprot-semprot kamar mandi di tempat umum! Haha) 

Basically itu yang aku bawa, mungkin near in the future aku bakal lebih organize or ganti tas sih karena udah tahunan pakai ini nggak ganti-ganti hehe but thank you guys for reading this long post! Hope you get entertained tho! :p 

XX

Monday, January 25, 2016

[REVIEW] Reading Another Local Book: Ika Natassa's Antologi Rasa




Belum lama ini aku beli buku dari pengarang Indonesia, yaitu Ika Natassa. Aku sebelumnya belum pernah baca review soal buku ini, but once my friend recommended me this book. Akhirnya aku memutuskan untuk beli buku yang judulnya Antologi Rasa.

Sedikit sharing sebelumnya, jadi aku ini jarang banget baca buku lokal lagi. Dulu aku rajin banget beli buku lokal, tapi sekarang belum ketemu lagi pengarang yang bukunya bagus-bagus. Pada dasarnya alasan aku nggak lagi beli buku lokal adalah, entah plotnya yang terlalu cheesy (alias terlalu FTV) atau bahasanya yang terlalu puitis (say I’m lame!). Aku pernah beli salah satu buku pengarang Indonesia yang writing style-nya out of the box banget deh! Tapi bukan kagum sama tulisannya, aku justru merasa bingung sama poin ceritanya. Aku lebih suka buku yang memang light tapi plotnya juga nggak biasa.

Okey, sedikit cerita di atas, akhirnya keputusan aku jatuh pada Antologi Rasa. Jadi pada dasarnya ini cerita tentang cinta segi banyak (and yeap, bukan segitiga lagi tapi lebih kompleks!). Memang sih for some reason aku kurang suka sama buku lokal yang selalu mengagung-agungkan sosialita, artinya, banyak dari buku lokal yang karakternya dibuat hidup mewah dan sebagainya. Tapi buku ini lebih menceritakan bahwa love could happen with anybody, anytime at any place. Yang menarik dari buku ini adalah bagaimana Ika Natassa menceritakan dari sudut pandang karakter yang berbeda-beda.

Writing style dari Ika Natassa ini menarik, bisa bikin ketawa dan di otak langsung kebayang gimana sifat dan gaya bicara dari karakter itu sendiri. Nggak terlalu puitis, tapi juga nggak terlalu remaja. Oh and anyway, this book won’t suitable for younger readers. Aku suka ceritanya yang ringan sih, namun memang, plotnya masih agak terlalu biasa. Maksudnya, mungkin ada puluhan cerita serupa dengan pengarang yang berbeda. Cuman memang buku ini dikemas dengan cerita yang lebih dewasa.

Overall, aku suka sama buku ini, walaupun ini nggak lantas membuat aku menjadikan Ika Natassa sebagai Indonesian author favorit aku, tapi membuat aku jadi penasaran juga sama buku dia yang lain.

Rate: 3.5/5

XX

Monday, August 10, 2015

[REVIEW] My first Sophie Kinsella experience - I'VE GOT YOUR NUMBER




Yes, gak nyangka, I have finally done my very first Sophie Kinsella’s book!! Kali ini aku baca salah satu buku dari Sophie Kinsella yang udah cukup lama, which is I’ve Got Your Number. Oh and by the way, aku gak baca buku Kinsella yang Confession of Shopaholic, tapi aku nonton filmnya dan sebetulnya aku juga buka fan berat dari filmnya. Also, I would like to thank Andra for giving me this book right on my 21st birthday! :-D

Kalau ditanya soal authornya sendiri alias Sophie Kinsella, I’m basically not a huge fan of her books. Banyak teman-teman aku yang suka banget sama Sophie Kinsella, but I’m personally not really into her story plot and stuff. Tapi sebelum temen aku kasih buku ini, aku pernah baca review tentang buku-buku Sophie Kinsella dan salah satu highest rate-nya ya buku I’ve Got Your Number ini. Jadi aku beruntung banget dapet buku ini. 

Karena ini background story-nya di early 2000, where technology wasn’t really the ‘thing’, jadi agak kurang relate kalau dihubungkan sama masa sekarang. Ceritanya ketika si perempuan nggak sengaja nemuin handphone seseorang, yang ternyata merupakan mantan PA, dan kemudian secara nggak langsung, the girl involved the boss’ personal matters, including his love story. Dari situ, kejadian-kejadian lucu sampe romantis mulai terjadi deh!

Aku suka the whole story plot, karena nggak biasa. Ini juga yang berbeda dari Sophie Kinsella. Walaupun ceritanya nggak masuk akal di dunia nyata, tapi she can think out of the box! But the thing is, cerita Sophie Kinsella ini lebih kepada perjalanan cewenya though I expected more love story on the book. Jadi ada momen dimana sudah mulai agak bosan dengan ceritanya.

Tapi aku suka buku ini karena emang one of the best seller books of Sophie Kinsella’s dan menurut aku memang bener banget! Ceritanya beda, ringan, lucu dan plot twisted-nya somehow bagus juga menurut aku. Well at last, I’m not pretty sure whether I’ll buy another Sophie Kinsella’s books or not, any recommendation?

Rate: 3.7/5

XX

Saturday, February 21, 2015

A Journey to Mecca & Medina



I went to Mecca and Medina for umrah recently and I thought it would be awesome to share what I found on both cities simply because it's way too beautiful :) unfortunately, I didn't get a chance to take photo of Ka'bah with the camera because it was so many people and I decided to focus on prayer instead.

XX

Wednesday, February 4, 2015

Stop Over-thinking and Start to Be You!




I was once thinking that, why should we be ourselves? We will never going to try to be someone we want to since we always be in our comfort zone. But then I realized, why would I be someone else if I can be me? What I scared the most about being myself is, I feel like some people against me. I always over-thinking about what most people going to see me as myself. 

People are talking about you behind your back because they're standing behind you while you're walking forward to what you want to be

Don't be scared about what they'll gonna say about you, because you is you. You're not even a robot that controlled by others. What you want to be in future is based on what you're doing now. So stop thinking about something you don't need to and BE YOURSELF!!

XX